0

I Do Respect My Self

Setelah lelah bekerja selama satu minggu full, aq rasa tak ada salahnya aq memberikan reward bagi diri q, yahhh liburan selama beberapa hari di tempat yang berbeda dari lingkungan tempat tinggal q merupakan ide yang bagus. I really need something to refresh my mind, pikiran q yang sudah teramat sumpek dengan beragam persoalan. Masalah anak q yang kini tak lagi q temui, bukan karena tak sayang, sama sekali bukan! tapi karena setiap melihat aq datang ia sangat gembira, tapi saat q meninggalkannya utk kembali kerumah ia akan menjadi amat sedih. Aq tak ingin merusak mental nya, merusak psikiologisnya. aq sangat menyayanginya, aq ingin ia menjadi anak yang tumbuh sewajarnya anak lainnya. Beberapa teman menasehati q, ada yang berkata, kalau kau ingin anakmu, kembalilah kesana, kembali bersama suamimu dan kalian akan berkumpul lagi. Namun, bagi q itu bukan ide yang bagus. aq tahu mungkin ini terdengar sangat egois, aq tak mau mengalahkan ego q demi anak q. tapi, aq sudah benar2 tidak mau lagi merasakan pernikahan, aq ingin menjalani hidup q sesuai dengan cara yg q inginkan, persetan orang bilang apa. Yahhhhhh sudahlah, bila membahas itu tak akan ada habisnya. Hal kedua yg membebani pikiran q masalah pekerjaan, aq begitu ingin sukses, begitu banyak keinginan dan cita2 q. Begitu ingin memiliki pekerjaan yang bisa mewujudkan impian q. Tapi kemudian aq tersadar, Tuhan sudah mengatur rejeki setiap orang, begitu juga rejeki q. seberapapun besar keinginan dan cita2 q, namun bila Tuhan tidak mengijinkan maka rejeki itu tak akan bisa q dapatkan.. sebaliknya apapun jenis pekerjaannya, bila Tuhan mengijinkan dan memberikan jalan rejeki maka semua impian itu akan tercapai. As long as this time, I have been worked so many hours, forced my self to collect much money, then the money I saved to the Bank. Then i realize that i get nothing! nothing because i can’t take any lesson from that. Intinya berusaha sewajarnya saja, jgn terlalu memforsir diri sendiri, saat lelah berliburlah untuk menghibur diri sendiri

Iklan
0

Weekend Tour de Lembongan

13083143_10209106228110484_6274513960315050494_n

Pulau Lembongan atau dalam bahasa Bali disebut Nusa Lembongan adalah sebuah pulau kecil terletak di 8°40.906′LU115°27.067′BTKoordinat: 8°40.906′LU 115°27.067′BT yang berdekatan dengan Nusa Ceningan dan 2 km di sebelah barat laut Nusa Penida terletak di Selat Badung sebelah tenggara Pulau Bali. Pulau yang memiliki panjang 4,6 km dan lebar 1-1,5 km ini berada kira-kira 11 km di sebelah tenggara Bali, Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali  (https://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Lembongan)

Pulau ini menyimpan beragam potensi wisata, yang tentu tak kalah dari destinasi wisata yang ada di Denpasar, Badung, Tabanan, dan kabupaten lain yang ada di Bali.

Yang menarik dari pulau ini, menurut saya adalah suasananya. Benar-benar autentik, khas kehidupan pulau yang jauh dari hingar bingar perkotaan namun tak juga lepas dari adat dan budaya. Saya sendiri sebagai orang Bali merasa jatuh cinta pada Pulau ini.

Sebenarnya selain Nusa Lembongan, Bali masih punya Nusa Ceningan (terhubung dengan Nusa Lembongan melaui jembatan kuning) dan Nusa Penida (beda pulau, harus naik boat), namun di postingan kali ini, saya akan mengulas secara spesial tentang Nusa Lembongan.

Jika ingin ke Nusa Lembongan, kita bisa berangkat dari Sanur. Harga tiket bervariasi, mulai dari 65,000 hingga 100,000 untuk sekali jalan. Pelabuhan yang dituju adalah Pelabuhan JungutBatu, Mushroom Bay, dan sekitarnya (tergantung kapal). Untuk tiket balik dari Lembongan ke Sanur hampir sama lah.

Aktifitas yang bisa dilakukan di Lembongan banyak dan beragam, tapi yang pasti kebanyakan adalah aktifitas air. Yang pertama dilakukan saat turun di Pelabuhan adalah mencari transportasi. Sewa motor sekitar 75,000 belum termasuk bahan bakar. 1 liter premium dijual dengan harga 20,000. Tapi nanti harga sewa motor bisa dinego, tergantung berapa lama waktu penyewaan. Bisa juga menyewa mobil pick up, plus sopir. Kalau rame-rame, akan terasa hemat. Tapi jika yang suka berpetualang dan ingin lebih bebas, lebih enak sewa motor.

Setelah mendapat alat transportasi, selanjutnya yang dilakukan adalah check in ke penginapan. Booking bisa dilakukan via website atau langsung ditempat.  Harga penginapan di Nusa Lembongan atau Nusa Ceningan bervariasi, ada yang murah banget ada yang mahal banget. Buat yang suka suasana lebih ramai, silahkan mencari penginapan di Jungut Batu atau Lembongan, mau pinggir pantai atau agak masuk kedalam, semua ada. Sementara yang ingin suasana lebih sunyi bisa mencari penginapan di Nusa Ceningan.

Untuk makanan, banyak pilihan. Halal juga kok, jadi tidak perlu khawatir untuk yang muslim. Ada western food, ada indonesian food. Semua tergantung selera. Tempat makan juga ada yang restaurant mahal ada yang warung emperan.

Aktifitas yang bisa dilakukan antara lain : Snorkeling, Diving, Mangrove Tour, Kayaking, Stand Up Paddle, Canoeing atau hanya sekedar berenang di pingir pantai juga ajib kok. Untuk island tour bisa keliling pulau, kira-kira habis 1 hari tapi jika anda menginap, lebih baik dilakukan sore hari setelah jam 12 karena udara disini lebih panas (perasaan saya ya, hehe) Keliling pulau dimulai dari JungutBatu, bisa lihat pantai dan mangrove

13062182_10209104107377467_1217634838825871982_n

13100669_10209104108057484_8342277222402403494_n

13094381_10209104110457544_113383609363454414_n13087290_10209104110617548_3718911084442434995_n

Kemudian kita menyeberang ke Nusa Ceningan, melewati jembatan kuning yang bikin deg deg an karena terbuat dari kayu (ditopang baja juga sih tapi tetap saja sensai nya nyekik ,, hehe). Di Nusa Ceningan bisa melihat pemandangan laut lepas lengkap dengan tebing nya yang eksotik, spot sunset juga bagus sekali disini. Bisa juga naik ke puncak tertinggi yang disebut Ceningan Cliff, dari sini kita bisa melihat Pulau tetangga yaitu Nusa Penida. Pokoknya indah!

13087347_10209105703617372_2254292538923109267_n

13124944_10209106231150560_2854921334925482392_n

13082642_10209106231910579_2520100156640663292_n

13087684_10209111916972702_6646374655632181580_n

Setelah puas obrak abrik wilayah Ceningan, kita balik lagi ke Nusa Lembongan, kali ini kita ke Gala-Gala (Underground House). Tempat ini rada magis (ga tau ya, perasaan saya juga, hehe) Jadi ini adalah gua bawah tanah, yang dikerjakan sendiri oleh Made Byasa (Alm). Kerennya gua ini dibuat selama 15 tahun dengan alat sederhana oleh beliau seorang diri. Retribusi masuk hanya 10,000 per orang. Gua ini kini dijaga dan dilestarikan oleh anaknya Bapak Made Byasa (Alm).

lb05

download

Lanjut, kita ke Dream beach sekalian ke mushroom dan banyak pantai2 yang lain. Yang paling unik disini adalah Devil Tears dimana kita bisa lihat air muncrat dari batu karang seperti di Waterblow, Nusa Dua. Hanya saja jika di Waterblow area nya agak sempit dan dipagar, disini lebih luas dan lihat laut lepas. Sunset point nya juga bagus banget disini. Pokoknya Amazing!!

13095969_10209113226085429_1315123861887838005_n

Puas keliling-keliling acara selanjutnya kita bisa nongkrong di cafe-cafe (bukan cafe remang loo ya ) atau restaurant sambil menikmati suasana. Yang rekomen itu Restaurant Panorama, karena letaknya diatas bukit, jadi kita bisa lihat pemandangan dibawah. Untuk pecinta party, biasanya cafe – cafe pingir pantay mengadakan party setiap Full Moon, Bulan Mati, Friday Night dan Saturday Night. Jadi, berkunjung ke Lembongan saat weekend merupakan pilihan yang bijak hahahaha.

Well, gimana dengan penjelasan saya yang absurd ? hahaha gpp lah yang penting bisa memberikan gambaran tentang bagaimana asiknya liburan di Nusa Lembongan.

Sekalian promosi yah,,saya buka “Weekend Tour De Lembongan”, harga djamin paling murah

Min. 2 person IDR 600,000 per person. Including : Tiket PP Sanur-Lembongan-Sanur, Transportasi (Motor), Lunch, Snorkeling, Mangrove Tour, Island Tour. 

Harga diatas adalah 1 day tour, jika ingin menginap nanti saya bantu carikan hotel, terserah lokasinya mau dimana. Jika ingin hotel dari saya, nanti tambah 200,000 lagi saja per malam. Boleh cek, harga diatas adalah harga normal jika kalian cari sendiri, namun yang membuat spesial adalah ada saya yang siap mengantar kalian dan memperkenalkan lebih dalam Nusa Lembongan hehe, hitung hitung tambah temen ya gak.

Okay, jika berminat bisa email saya di vitalembongan@gmail.com

atau WA 085738231809 

Thanks 🙂

 

P.S : Foto-foto adalah sebagian dokumen pribadi, sebagian copy di web orang. Tapi saya selalu tulis sumber nya 🙂

0

My Island in The Sun…a Short Trip to THE WEST BALI

Sebenarnya judul tulisan q ini terinspirasi dari salah satu lagu kesukaan saya yaitu lagu Island In The Sun by WEEZER. Setelah di posting sebelumnya saya banyak bercerita tentang Gung Wah (baca : Ingin ku akan kehidupan ini), maka kali ini saya ga mau sedih lagi. Harus optimis bahwa dia akan mencari saya saat dia sudah besar nanti 🙂 jadi sekarang saya mau cerita soal liburan saya, this is a short trip. Berangkat sabtu pagi tgl 8 November kemarin jam 5.30 WITA dan pulang minggu sore nyampai di denpasar jam 16.00 WITA. Liburan kali ini benar2 ‘perfect escape’, berikut cerita lengkapnya ;

Sebenarnya saya sudah pergi ke Pulau Menjangan pada bulan Agustus kemarin, tapi yang kemarin itu rasanya kurang berkesan karena saya cuma sempat nyebrang ke Pulau Menjangannya saja dan hanya menghabiskan waktu sebentar di Pemuteran kemudian balik lagi ke denpasar. Kali ini saya ingin petualangan yang lebih seru di bagian barat pulau saya tercinta ini. Saya mengajak partner in crime saya sewaktu ke Bandung, Gita hehehe. Dia menginap dirumah saya hari Jumat sehingga kami bisa berangkat bersama-sama hari Sabtu. Menyambung ke cerita Gung Wah, sebenarnya saya sudah tau dia datang hari Sabtu besok tapi karena saya sudah janji sama Gita apa boleh buat, toh saya bisa menemuinya hari Minggu. Begitu pikir saya. Lanjut cerita malam jumat saya malah tidak bisa tidur, tidak sabar ingin pergi liburan. Akibatnya Sabtu pagi saya jadi agak mengantuk, berangkat jam 5.30 pagi saya mengambil jalur pupuan – seririt. Sekedar info ya, ke Labuan Lalang (spot penyebrangan ke pulau menjangan) bisa melalui 3 jalur, pertama adalah jalur Denpasar – Negara, jalur ini akan membawa qta ke jalan raya yang menghubungkan Denpasar dengan kota Negara. Kalau dari Bandara Ngurah Rai (versi saya) ambil jalur ke Mengwi lalu lempeng terus ke arah barat melewati kota2 besar di kab. Tabanan, melewati jalur sibuk yang penuh bis dan truk yang akan menyebrang ke pulau jawa, jalur ini bisa dibilang jalur maut karena sudah bisa dipastikan jalur ini dipenuhi oleh kepulan asap tebal dan bunyi2 klakson yang mengagetkan dari para pengemudi truk dan bis. Saya melewati jalur ini karena mau motong jalur lewat Pupuan. Tapi saya sadari jalur ini bukanlah jalur terbaik. Kalau boleh rekomen, jalur paling asoy ke Labuan Lalang adalah lewat Bedugul, dari Kebun Raya qta terus naik sampai ke Pancasari kemudian ambil jalur kiri (jalur Banyuatis) trus lurus sampai ketemu Danau Buyan dan Danau Tamblingan lalu ketemu Desa Munduk lurus lagi sampai ketemu pertigaan dimana yang belok kiri adalah jalur Pupuan – Denpasar dan lurus adalah jalur Pupuan – Seririt, maka qta ambil yang lurus. Kelebihan jalur ini adalah udara yang sejuk sepanjang perjalanan ditambah pemandangan perbukitan yang hijau akan memanjakan mata.
IMG_20141112_164737
Berbanding terbalik dengan jalur yang saya pilih sewaktu berangkat yaitu jalur Denpasar – Negara, karena mata saya ngantuk jadi saya berhenti membeli kopi di Selemadeg. Saya pun bergidik ngeri memandang jalanan yang penuh truk dan bis sementara saya hanya naik motor berdua sama Gita. Ketika tiba di pertigaan (belok kanan jalur Pupuan Kab. Tabanan, belok kiri jalur Negara, Kab. Jembrana) saya pun belok kanan, udara tetap panas dan matahari bersinar terik, sementara perjalanan masih sangat amat jauh. Melewati beberapa desa sebelum tiba di Pupuan suhu udara pun berpindah dari panas ke dingin, benar2 perlu fisik yang fit. Sekitar 2.5 jam perjalanan kami masih belum sampai, 1 jam kemudian jam setengah 9 kami sudah memasuki wilayah Kab. Buleleng (keluar dari Kab. Tabanan) Gita pun sudah nampak bosan , ia terus bertanya “Fit, kapan nyampenya ya”, dengan posisi masih di Sanggalangit saya pun dengan enteng menjawab, “Sabar Git, bentar lagi nyampe kok”..hehehe white lies ceritanya. Akhirnya jam 10 kurang kami memasuki wilayah desa Pemuteran (tempat kami menginap) masih perlu kurang lebih 1,5 km lagi untuk tiba di Labuan Lalang, pada perjalanan sebelumnya saya menyebrang ke Pulau Menjangan lewat pelabuhan Banyuwedang. Lebih asik mana? sebentar ya saya kasi tau hehehehe.

C360_2014-11-08-15-38-04-160

Akhirnya sampailah kami di Labuan Lalang, sebelumnya waktu saya mau menyebrang lewat pelabuhan Banyuwedang saya hanya tinggal turun saja dan akan banyak guide2 yang nyamperin waktu itu saya dapat harga 800rbu berdua (perahu sharing, guide, peralatan snorkling, asuransi, kamera underwater) sedangkan kemarin nyebrang lewat Labuan Lalang ketika saya lapor ke Loket saya dikasi harga yang sama tapi belum kamera. Akhirnya ada seorang guide yang mau mengantar saya dan dia minta bayaran yang sama yaitu 800rbu fasilitas sama seperti yang saya dapat waktu di Banyuwedang, karena ingin cepat berangkat ya sudahlah saya setujui saja harga tersebut. Memang kalau berdua harga akan jadi lebih mahal dan bukan jaminan juga bila orang Bali akan dapat lebih murah. Intinya saya berfikir mahal atau murah ya sudahlah itu rejeki dia, yang penting saya bisa snorkeling wkwkwkwkw. Kalau saya pribadi merasakan lebih nyaman dengan guide di Banyuwedang. Hasil fotonya lebih bagus dan lokasi yang dipilih berbeda dengan lokasi yang saya datangi waktu kemarin dari Labuan Lalang. Varietas ikan yang saya lihat sewaktu menyebrang dari Banyuwedang juga berbeda, waktu itu saya bisa melihat Nemo dan Eagle Ray..benar2 menakjubkan

BCimg_20140817_2

 

Snorkling Bulan Agustus (dari Banyuwedang)

 

 

IMG_20141110_173727Snorkeling bulan Oktober (dari Labuan Lalang)

IMG_3492

ini adalah spot snorkeling sewaktu saya berangkat dari pelabuhan Banyuwedang, kapal tidak merapat ke pinggir pantai, jadi saya hanya snorkeling saja tanpa menjejakkan kaki di pulau Menjangan. Varietas ikan yang saya temui adalah seperti dibawah cuma saya ga tau namanya apa 😦 (hhuuuuu,,,maaff)

IMG_3381 IMG_3402 IMG_3411

IMG_3434 IMG_3474 IMG_3412

IMG_3457 IMG_3458 IMG_3459

Waktu itu guide nya sempat membuat ring di dalam air

IMG_3484  pokoknya benar2 amazing pengalaman waktu itu

Sementara waktu snorkeling hari sabtu yang lalu (menyebrang dari Labuan Lalang) saya tidak melihat begitu banyak varietas ikan, namun saya jadi punya banyak kesempatan untuk menyelam karena terumbu karangnya pendek2. Yang kasihan itu Gita, secara dia ga bisa berenang jadi dia berpegangan tangan terus sama guide kami hahahahahha

File0002 File0077

Di spot kali ini walaupun tidak terlalu banyak jenis ikan namun yang membuat saya terpesona adalah palung nya. Ada semacam batas dari gugusan pulau karang yang apik, laut lepas yang sangat menawan hati. Ingin saya menyelam ke dalamnya namun arus yang kuat selalu saja menggagalkan saya 😦

File0253 File0226 File0218  File0246 File0255 File0249 benar2 pemandangan yang memanjakan mata, melihat taman laut yang dipenuhi oleh terumbu karang saya pun semakin semangat berenang dan menyelam

IMG_20141110_173324   IMG_20141110_173619

IMG_20141110_173649 File0058

ingatlah untuk selalu membawa bekal karena aktifitas air tentunya akan membuat perut qta keroncongan. Sewaktu snorkeling dari Banyuwedang saya hanya berbekal Roti dan Air Mineral sedangkan waktu snorkeling dari Labuan Lalang saya sudah beli nasi kotak sebelumnya harga nya 35,000 (dapat nasi 2 kotak dan air mineral botol besar). Bila cermat mencari ada paket snorkeling yang include lunch. Lokasi makannya pun bebeda, menyebrang dari Banyuwedang saya makan di atas perahu, sedangkan nyebrang dari Labuan Lalang saya makan di pulau menjangan, di sebuah bale2 sambil memandang laut yang biru 🙂 sayangnya saya dan Gita tidak sempat melihat Menjangan walaupun ingin sekali 😦

File0080 sempat ada insiden sewaktu kami selesai snorkeling dan kembali ke Labuan Lalang, memory card yang terpasang pada kamera underwater nya error. Terus2an minta format. Kamipun jadi kecewa karena tidak bisa mendapatkan momen selama snorkeling. Setelah berulang kali dicoba tetap saja tidak bisa, akhirnya pemilik kamera mengembalikan uang kami sebanyak 200 ribu. Namun karena dirungdung rasa penasaran yang tinggi dari Gita kami pun kembali lagi keesokan harinya ke Labuan Lalang dan meminta memory card tsb, hasilnya…jrenggggg jreennggggg…saya bisa dengan bangga memperlihatkan hasil jepretan kamera underwater itu 😀 (kebayang ga sih gimana dongkolnya pemilik kamera yang menyewakan kamera underwaternya ? udah dibalikin duitnya ehhhh memory card nya pun diembat).

Pada perjalanan saya sebelumnya, selesai snorkeling saya mampir ke Air Panas Banyuwedang, sayangnya saya lupa ambil gambar, silahkan dicari saja referensinya di Mbah Google 🙂 yang jelas dengan membayar 25,000 kita akan diberikan onsen pribadi lengkap dengan kamar mandi, namun jangan kaget dengan kondisi pemandian yang agak kurang terawat :). Lepas itu saya balik ke homestay, molor, nyari makan malam lanjut molor lagi. Besoknya saya pulang ke Denpasar lewat Gilimanuk, lalu Negara (yang sangat2 tidak saya rekomen) tapi pulangnya saya mampir ke bunut bolong, lagi2 tidak ambil gambar, silahkan tanya Mbah hehe. Sampai di Denpasar jam 6 sore saya pun langsung cari tempat massage karena kondisi badan yang pegal bukan kepalang.

Namun, pada liburan saya kali ini jauh berbeda. Selesai snorkeling saya dan Gita narsis2an dulu di jalan masuk The Menjangan Resort, salah satu resort mewah yang ada disana

IMG_20141110_080506 IMG_20141110_080201 10629737_856533694387035_2212972327830711404_n

Lalu karena lapar kami pun mampir ke salah satu depot teman BBM saya, namanya Depot Harmoni, jujur ini adalah kali pertama saya bertemu dengan teman saya ini, yaa mumpung disini ga ada salahnya dong silaturahmi begitu pikir saya. Saya dan Gita pun pesan makanan dan minuman daaaaaannnnnnnn tanpa dinyana kami dikasi gratis, kata Bli Ketut Laksana itu, “:Gpp..ini sebagai Say Hello”..yaa ampunnn ngerasa beruntung banget. Udah..itu aja?? ternyata tidak sodara2!!! Bli Ketut ini mengajak kami ke penangkaran penyu dan ke sebuah pantai tersembunyi yang jauh dar keramaian dan benar2 AMAZING. Sewaktu di penangkaran penyu kami melihat tukik (anak penyu) yang siap dilepas, hanya saja harus bayar (yaudah deh, ngeliat aja Bli hehehe) lalu lihat induk penyu yang ukurannya gede, dan lihat tempat mereka bertelur. Disini baru saya tau kalo Penyu itu punya gigi hehe

C360_2014-11-08-17-19-50-408 C360_2014-11-08-17-15-52-352 C360_2014-11-08-17-18-06-063 C360_2014-11-08-17-16-40-719

Puas melihat penyu kamipun diajak ke sebuah pantai yang menurut kami sangat WONDERFUL…pantai ini letaknya agak jauh dari jalan raya, harus melewati jalanan berbatu dan hutan merangas untuk sampai disana. Padang savana yang terhampar luas ditambah mangrove dengan rawa menghijau. Di pantai ini kami dapat momen sunset yang sangat indah 🙂 pantai ini hanya dihiasi oleh nelayan dengan aktivitas mereka menangkap ikan. Hanya itu. Sisanya pantai ini adalah tempat yang tepat untuk escaping. Pernah ada bule yang membangun vila di pinggirnya namun entah kenapa sekarang vila itu ditinggalkan begitu saja

C360_2014-11-09-12-46-09-438C360_2014-11-09-12-46-59-775

IMG_20141110_080823 IMG_20141110_080030

 

Puas menikmati pemandangan di pantai kami pun kembali ke Homestay, kami nginap di Jubawa waktu itu dengan tarif 375,000 dan sampai di homestay saya total tidur tanpa menghiraukan rengekan Gita yang berkata dia lapar…jahat banget saya ya hehehe dan akhirnya saya terbangun jam 12 malam dan merasa lapar, saya bangunkan Gita da kamipun keluar cari makan. Pemuteran di malam hari bukanlah sesuatu yang bersahabat, angin yang kencang ditambah penerangan jalan yang minim. Untunglah ada warung jawa yang buka hingga subuh, jadi kami makan disana. Balik lagi ke homestay dan tertidur pulas.

Keesokan harinya adalah waktu kami kembali ke Denpasar, sebelum pulang kami foto2 lagi di National Park (setelah sebelumnya minta memory card yang eror itu ke Labuan Lalang) dan kami kembali ke pantai tersembunyi dan mengabadikan pemandangan mangrove nya 🙂

IMG_20141110_080314 IMG_20141110_07575810675804_10205129366380845_1205224758842057047_n

tiba waktunya pulang, kami pun memutuskan untuk mengambil jalur Seririt – Banyuatis. Jadi kami pulang melewati Munduk dan Bedugul. Beruntungnya kami hujan turun, bau tanah yang wangi mengiringi perjalanan pulang kami. Namun sial, karena motor yang kurang di-service jalannya lambat seperti kura2, terutama dijalan tanjakan. Kami pun tertawa terpingkal-pingkal selama perjalanan.

Overall, liburan saya kali ini benar2 berkesan. Terima kasih Gita 🙂 sudah menemani. Tiba di Denpasar, dengan mengenyampingkan rasa lelah saya pun menemui Gung Wah (baca di posting : Ingin q Akan Kehidupan ini).

See you in my other story 🙂

 

 

 

 

 

 

0

Inginku Akan Kehidupan Ini

Kemarin Gung Wah ke Denpasar, oh bukan kemarin, sebenarnya sudah dari hari Sabtu dia di Denpasar tapi karena aq sedang tidak di Denpasar pada hari Sabtu maka aq baru menemuinya hari Minggu sore. Aq ingin mengajaknya ke McD, namun sayang begitu aq sampai di tempat ayahnya dia langsung menunjukkan reaksi penolakan ketika melihat q. Aq tidak mengerti, entah apa yang sedang terjadi padanya. Q rayu2 dia, q iming2i mainan, q katakan apa saja sehingga dia mau ikut bersama q, karena aq juga sangat merindukannya. Akhirnya dia mau ikut dengan q ke McD, padahal sebenarnya aq punya rencana untuk mengajak dia kerumah q. Dan ketika aq bawa dia kerumah q, tanpa dinyana dia menolak. Entah karena takut atau apa, dia bilang, “katanya qta ke McD, trus kok qta malah ke rumah Ibu ?” hancur sekali hati q mendengarnya. Kenapa ya dia kok tiba2 jadi begini, begitu terus pemikiran q. Tapi akhirnya q bawa dia kerumah q, ayah q dan adik q sangat senang melihat kedatangannya. Tapi lagi2 reaksi Gung Wah tidak begitu senang, aq tidak habis pikir, biasanya dia begitu senang bertemu dengan q dan kakeknya tapi kenapa sekarang begini. Sampai akhirnya Ayah q mengajaknya membeli mainan, dia pun langsung mau (ya iyalah,,,anak kecil dimana2 emang doyan mainan…wkwkwkwk) dan mereka pun pergi. Aq pun menyiapkan pakaian Gung Wah yang masih q simpan di lemari q, pakaiannya agak kecil karena terakhir dia menginap dirumah q sewaktu dia berumur 3 tahun. Setibanya Gung Wah di rumah, aq merayu nya untuk mandi, karena dia sudah keringatan dan kegatalan. Awalnya dia menolak, namun aq bilang “katanya mau ke McD, masa ke McD bau gini sih..kan gantengnya hilang”…akhirnya dia bilang mau untuk mandi. Aq buatkan lah dia air hangat dan saat sudah tiba waktunya mandi dia menolak. Sambil teriak2 memanggil nama Ayahnya. “Ajungg…Ajunggg…” (Nb : dia memanggil ayahnya dengan sebutan seperti itu)jujur hati q sakit sekali mendengarnya. Bukan gimana, cuma aq ingin buat anak q bahagia, makanya aq ajak dia kerumah q. Tapi tau2 dia malah ketakutan begitu dan seperti enggan datang kerumah q. Akhirnya karena dia ga mau mandi aq hanya basuh wajahnya saja, aq pakaikan bedak dan gantikan bajunya. Lalu kami pamitan sama ayah q, saat itu hati q benar2 bergetar melihat ekspresi ayah q. Aq bisa melihat raut kekecewaan di wajahnya. Entah kecewa karena cucunya yang tidak betah dirumahnya atau kecewa karena perceraian q sehingga membuatnya memiliki sedikit waktu untuk melihat cucunya. Entahlah. Saat perjalanan ke McD aq menangis, dan Gung Wah bertanya kenapa aq menangis, aq pun bilang sama dia, kalo aq kasihan sama kakeknya dan dia bilang, “Iya deh nanti kalo Gung Wah sudah besar Gung Wah nengok Tukak (sebutan untuk Kakek)”..berubah sikap lagi, sekarang lebih lembut..hmmm Gung Wah sebenarnya kenapa ini. Tiba di McD q biarkan dia bermain, sambil q suapi. Mantan suami nelpon berkali2 dan sms, isinya apalagi selain menyuruh q untuk mengantar Gung Wah kembali ke rumahnya. Aq pun bilang, Gung Wah masih asik main, tp dia tetap menyuruh aq membawa Gung Wah pulang. Jam setengah 9 malam aq antar Gung Wah kembali ke rumah ayahnya. Begitu turun dari motor q, Gung Wah langsung mengadu, seperti anak2 pada umumnya yang mengungkap alibi agar tidak dimarahi, dengan nada polos dia berkata pada ayahnya, “Ajung maaf tadi Wah kerumah Ibu, Ibu bilang sebentar aja ngambil dompet kerumah Ibu tapi tau2 lama Wah diajak disana”…dalam hati aq berkata, “Ya Tuhan..jangan sampai perubahan sikapnya itu karena dia dilarang untuk berkunjung kerumah q. Tapi kalopun dilarang unutk apa??? apa salahnya dia q ajak kerumah q? bukankah rumah q rumahnya juga? biar bagaimanapun dia masih tetap bagian dari keluarga q”.
Sampai disitu saja pikiran q kembali bergejolak. Hati q perih melihat kenyataan bahwa Gung Wah q ternyata dibatasi untuk menjadi milik q. Padahal aq tak minta banyak, aq tak minta hak penuh. Apa yang q inginkan sebenarnya dari perpisahan q ini adalah, Aq dan mantan suami q memiliki hidup yang lebih baik, dan kami masih bisa tetap memberikan kasih sayang pada anak kami. Selain itu keluarga kami memiliki hak untuk bertemu (sekedar bertemu saja…) dengan Gung Wah. Ada keegoisan aq lihat disini, di dalam diri mantan suami q. Baginya, anak kami sekarang telah menjadi miliknya. Seutuhnya. Bahkan untuk menemui q dan keluarga q saja tak bisa sembarangan. Lantas aq berfikir, apa yang akan ia dapat dengan pemikiran seperti itu? Apakah hidupnya akan lantas bahagia setelah melarang seorang anak bertemu dengan Ibunya dan bersilaturahmi dengan keluarga ibunya ? Mengapa tidak mencoba membuka pikiran. menghilangkan rasa benci, berfikir positif bahwa aq tak ada niat sedikitpun untuk merebut hak kepemilikan anak. Anak q bukan milikku, ia ciptaan Tuhan. Lalu apa pula hak q untuk mengakui kepemilikannya. Ia adalah titipan Tuhan yang begitu ingin q jaga dan q rawat namun karena halangan hukum adat aq jadi tidak bisa merawatnya. Mengapa tak izinkan kami bertemu sekali seminggu, melepas rindu. Mengapa tak coba melepas ego, lalu kami keluar bertiga, sebagai 2 orang sahabat yang sedang berusaha membahagiakan anak mereka. Aq sangat mendukung ide2 seperti itu. Bagi q, hubungan perkawinan berakhir ya sudah…tapi hubungan antara Orang Tua dan Anak, tidaklah kemudian berakhir begitu saja. Lanjut lagi ke cerita q, setiba Gung Wah dirumah ayahnya aq menemaninya bermain, namun sepertinya keadaan makin parah, pertengkarang tak bisa terelakkan antara aq dan mantan suami, masalahnya ya karena aq mengajaknya mampir kerumah q dan karena kami keluar terlalu lama. Demi menghindari konflik, aq pun mengalah. Aq pergi. Q kecup dan q peluk anak q. Dia bilang, “Ibu qta ketemu di Petang aja ya (dirumah nenek-kakeknya, tempat dimana dia biasa tinggal), kan ga ada Ajung disana. Nanti qta bisa main2 lagi”. Aq pun mengangguk dan tersenyum lalu memacu motor q. Ingin q menangis namun q kuatkan diri q, aq pikir mungkin akan lebih baik bila kami (aq dan mantan suami) punya waktu sendiri2 dulu untuk bersama Gung Wah. Sebelum kami berdua benar2 siap untuk bertemu lagi tanpa menyakiti satu sama lain. Agar Gung Wah tidak merasa terbebani dan bisa menikmati kasih sayang dari kedua orang tuanya. Aq ikhlas seandainya Gung Wah ikut ayahnya, tapi aq tak akan pernah ikhlas bila Gung Wah dilarang untuk bertemu aq. Itulah yang saat ini aq perjuangkan. Bagaimana caranya agar aq tetap bisa menemuinya, memberikannya kasih sayang. Aq yakin Tuhan akan bantu berikan jalan. Kembali q teringat puisi Kahlil Gibran, yang berjudul ANAKMU BUKAN MILIKMU. Puisi yang selalu bisa membuat aq tegar, bahwasanya tak mengapa aq berpisah sebentar dengan anak q, karena toh dia memang bukan milik q, dia adalah milik Tuhan, Sang Pencipta seluruh kehidupan. Suatu hari nanti ia akan kembali lagi pada q, menemui q. ni hanya soal waktu. Meski tak bisa menghabiskan waktu setiap hari dengannya, tapi aq ingin dia tahu bahwa doa q selalu menyertainya.Hmm..aq ingin menangis lagi nih 😥 tapi aq harus kuat, ayooo baca lagi puisi Kahlil Gibran nya ;

Anakmu bukanlah milikmu.
Mereka putra-putri kehidupan yang rindu pada dirinya.
Lewat kau mereka lahir, namun bukan dari engkau.
Meski mereka bersamamu, mereka bukan hakmu.
Berikan kasih sayangmu, namun jangan paksakan kehendakmu.
Sebab mereka punya alam pikiran sendiri.
Berikan tempat pada raganya, tetapi tidak untuk jiwanya.
Sebab jiwa mereka penghuni masa depan yang tidak dapat kau kunjungi, bahkan tidak di dalam mimpimu.

Kau boleh berusaha menyerupai mereka, namun tidak membuat mereka menyerupaimu.
Sebab kehidupan tidak berjalan mundur. Juga tidak tenggelam di masa silam.
Kaulah busur, yang melepaskan anak panah kehidupan.
Sang Pemanah membidik sasaran dalam ketakterbatasan.
Dia merentangmu dalam keperkasaan-Nya agar panah melesat cepat dan jauh.

Meliuklah dengan sukacita di tangan Sang Pemanah, sebab Ia mengasihi anak panah yang melesat cepat, sebagaimana Ia mencintai busur yang kuat.

Ibu sayang Gung Wah……………….

3

Tentang Aku Akhir-Akhir Ini

Belakangan ini hati ku sedang dirundung duka, belakangan ini hati ku dirundung risau. Aku tak mengerti mengapa aku begini, tidak biasanya aku seperti ini. Kekhawatiran, kerisausan, kegalauan semua bercampur menjadi satu. Aku sudah berusaha mengalihkan semua tapi tak bisa. Hingga segala penyakit pun keluar. Yaa aku sadar semua ini karena akhirnya pikiran tentang masa lalu, masa kini dan masa depan tengah menghadang ku. Masa lalu ku, yang tak seindah yang ku harapkan. Diawali dengan pernikahan ku, yang – sungguh – ku awali dengan sungguh-sungguh, dengan semangat ibadah demi menjadi insan yang lebih baik, kelahiran anak ku yang begitu membahagiakan ku hingga pada porak poranda takdir hidup ku dengan perceraian yang entah bagaimana menjadi pilihan ku dan mantan suami ku waktu itu. Banyak yang menyayangkan, banyak yang bertanya kenapa??? namun banyak juga yang tidak tahu aku pun, saat ini, tak mengerti mengapa aku lakukan itu. Dulu aku begitu yakin, aku begitu sombong, bahwa semua ini akan berakhir bahagia. Namun seiring waktu berjalan dan seiring banyak pelajaran dari sekolah kehidupan yang ku terima, aku pun tersadar, tidak..bukan..bahagia ku masih jauh. Jauh melayang pikiranku, sebenarnya apa yang ku mau? dulu mau menikah dengan orang yang kasta nya sama, supaya orang tua dan keluarga ku bahagia. Sudah menikah dan punya keturunan namun tidak kuasa menahan cobaan hidup berumah tangga, hingga akhirnya pikiran ku sampai pada titik, aku tidak bisa begini. Aku punya hak untuk bahagia, aku tidak mau memakai topeng kepalsuan yang terlihat bahagia diluar namun rapuh dan luluh lantak di dalam. Rumah tangga yang ku impikan bisa membimbingku menjadi manusia yang lebih baik ternyata malah membuatku menjadi insan yang tertekan sehingga membuatku melakukan serangkaian aksi pemberontakan. Aku punya anak namun aku tak merasa diakui dalam kepemilikan anak ku, yang ada hanya anak ku milik keluarga besar ayahnya, karena berdasarkan garis keturunan…bla bla bla…Ya Tuhan betapa waktu itu aku ingin berontak, teriak dan menangis. Dia anak ku, tidak bisakah membiarkan ia ku besarkan dengan tanganku?? Jangan ikut campur. Dan entah darimana waktu itu timbul pemikiran, aku lahir bukan untuk diinjak2, aku ingin menjadi lebih baik. disini bukan takdir ku, disini aku justru menjadi insan yang lebih buruk. Percayalah situasi waktu itu benar2 payah. Ingin berubah namun sudah terlanjur berantakan, rasanya enggan menjadi orang baik dan manis lagi sementara hati sudah terlanjur meradang mengingat perlakuan yang tidak sesuai respek ku. Namun itulah kesalahan, lagi2 aku mengakui diri ku yang dulu, yang begitu kasar dan keras, hingga menaikkan ego ku ke level yang begitu membludak. Lalu anak ku, bagaimana dia ? Banyak yang berfikir aku meninggalkan anak ku begitu saja, tanpa perjuangan. Namun taukah kalian, begitu banyak pemikiran aku lewati untuk anak ku. Aku bahkan semasih dalam ikatan pernikahan sudah terpisah dari anak ku. Aku bahkan tidak begitu fokus memperhatikannya karena saking semangatnya ber-rival dengan ayah, nenek bibi serta keluarga yang lainnya. Tahukah kalian hal itu ? mungkin ini bukan pandangan umum namun beginilah jalan pemikiranku waktu itu, aku tidak bahagia, disini hanya menjadikan aku brutal, nekat dan penuh amarah. aku tidak bisa menggantungkan kehidupan ku di tempat ini. Buat apa aku ada dalam satu ikatan namun aku malah tidak mendapat hikmah yang baik dari ikatan tersebut. Aku ada pada satu ikatan dengan anak ku namun mengapa aku justru merasa jauh. Mungkin bila aku pergi dari ikatan ini dan memperjuangkannya dari luar sana mungkin aku akan mendapatkan apa yang selama ini aku impikan. Pengakuan dan pengetahuan. Memang salahku tak mengumpulkan kedua hal tersebut pada saat sebelum menikah. Usia muda, pikiran yang terombang ambing aku bungkus begitu saja dengan keinginan kuat memperoleh kebahagian keluarga karena menikah dengan orang ber-Klan sama dengan keluarga ku. Status sosial itulah yang ku kejar pada waktu itu, Apa ada yang tahu ? Banyak yang mencemooh aku, namun apakah mereka tidak tau bukan sembarangan aku mengambil keputusan ini. Sekarang mendadak aku menjadi ragu apakah benar melakukan hal ini, apakah aku ini orang jahat atau orang baik. Namun dari sekian perjalanan hidup ku aku belajar banyak hal, diantaranya Tuhan sudah menyiapkan takdir dan jalan hidup kita masing-masing. Tak kan ada yang bisa menjawab mengapa kita melakukan suatu perbuatan, bahkan kita sendiri sebagai pelakunya tak tahu pasti mengapa kita melakukan hal tersebut. Begitulah kehidupan, akan ada sesuatu diluar batas kemampuan kita sebagai manusia. Apa yang telah berlalu tak akan bisa diulang kembali, meskipun dengan niat memperbaiki. Yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki diri untuk kedepannya. Kembali lagi ke masalahku, yang bisa aku lakukan adalah berhenti menangisi keputusan yang pernah ku buat. Menyadari diri sebagai orang yang pemarah, keras hati dan pemberontak hingga akhirnya aku bisa belajar menjadi orang yang penuh kasih, toleransi serta tidak mengedepankan ego. Tentang anak ku, aku akan tetap menjalankan kewajiban ku sebagai seorang ibu. Meskipun tidak berada dalam pengasuhanku namun aku tetap menemui dia, dalam sebulan kami pasti bertemu. Tak akan kubiarkan ia berfikir ibunya pergi meninggalkan dia begitu saja. Aku ingin selalu ada di dalam kehidupannya. Aku ingin setiap ia berulang tahun aku ada utuk memberikannya selamat. Aku ingin di setiap hari2nya ia mengingat kata2 bahwa aku menyayanginya. Hikmahnya adalah, aku jadi lebih fokus dalam memikirkannya, menyiapkan masa depannya, dan setiap pertemuan kami berkualitas. Selalu ada canda tawa, peluk cium kasih sayang. Tidak pernah sekalipun ia merasakan amarah dari ku, berbeda dengan dulu saat aku masih menjadi istri ayahnya dimana aku selalu menumpahkan amarah ku padanya. Maaf, ini bukan pembenaran, melainkan hikmah yang dapat aku sukuri. Bukankah kita tidak boleh menangisi dan menyerah pada suatu masalah hidup ? bukankah kita harus selalu mencari cara untuk menemukan sisi baik bahkan dalam hal buruk sekalipun ? mengenai pernikahan, jujur aku tidak kapok untuk menikah lagi, sekarang pikiranku lebih matang dan terbuka bahwa dalam pernikahan harus ada rasa menerima dan pengertian yang tinggi. Namun yang sekarang mengganggu pikiranku adalah jika aku menikah lagi maka aku merasa menjadi orang dengan rasa egois yang begitu tinggi. Aku hanya memikirkan kebahagiaanku saja, bagaimana bisa anakku menerima aku menjadi ibu dari anak lainnya atau menerima ku sebagai istri orang lain ? memang jawabannya waktu, suatu saat dia pasti mengeti. Maka dari itu saat ini ku fokuskan pikiranku hanya untuk membenahi diri. Hanya itulah yang bisa kulakukan untuk menebus dosa-dosa serta kesalahanku di masa lalu. Kedepannya aku tidak boleh lagi gegabah dalam mengambil keputusan, tidak boleh lagi mengambil jalan hanya untuk mendapat simpati orang lain. Aku harus menjadi pribadi yang lebih dewasa. Yang berlalu biarlah berlalu, aku yakin bila niatku tulus dan kuat Tuhan pasti akan memberikan jalan untuk menuju kedamaian. Memang berat dan pedih saat mengingat masa lalu, rasa penyesalan begitu membunuh namun aku tak akan menyerah. Tuhan memberikan cobaan yang tidak melebihi batas kemampuanku. Aku pasti bisa menjadi lebih baik. Aku pasti bisa membenahi hidupku di masa kini dan masa depan nanti. Masa lalu ku seindah dan sepahit apapun tetaplah masa lalu. Kusukuri apa yang ada di genggaman ku sekarang, akan kusayangi orang2 yang mengelilingiku sekarang, ku terima bahwa saat ini, inilah yang harus kusukuri, tak akan kulakukan lagi perbuatan yang pernah kulakukan dimasa lalu. Aku akan menjadi pribadi yang menyenangkan agar pintu kebahagiaan terbuka untuk masa depanku kelak. Aku pasti bisa, inilah hikmah yang ingin Tuhan berikan untukku. Bila memang bukan atas ijin Tuhan, semua ini tak akan terjadi. Tuhan menyayangiku, Tuhan memilihku, karenanya ia berikan semua cobaan ini untukku. Aku meminta maaf ada semua orang yang pernah kusakiti, maafkan aku telah menorehkan luka. Aku harap dengan sakit yang kuberikan kalian dapat melangkah menuju pembaharuan. MArilah kita berjalan bersama-sama ke arah yang lebih baik. aku akan selalu mendoakan kebahagiaan dan keselamatan untuk kalian semua. Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku pada kalian. Pada orangtua, keluarga, teman-teman dan orang terdekatku, terima kasih kalian selalu mendampingi aku seburuk apapun kelakuan ku. TErima kasih untuk tetap menguatkan aku. Semoga Tuhan memberikan pahala berlimpah pada kalian. Untuk anak ku, Ibu menyayangimu Nak, Ibu minta maaf tak bisa ada mendampingimu setiap saat seperti layaknya anak2 lainnya, Ibu minta maaf telah menciptakan keadaan dimana kita berdua harus tinggal terpisah, namun kamu harus kuat dan tetap mengambil hikmah. Kamu bisa belajar mandiri dan tidak manja. Ibu akan tetap menemui, jadi jangan khawatir, Ibu tidak akan pernah membiarkanmu sendiri. Ibu akan selalu ada untukmu. Untuk orang etrdekat yang saat ini ada di hatiku, aku bertemu denganmu disaat hatiku berangsur pulih dari luka. DIsaat aku mulai mendapatkan kepercayaan untuk membina hubungan kembali, disaat hatiku mulai kubuka lagi. Aku akan mencintaimu dengan tulus, dengan segenap hati dan perasaan yang aku miliki. Untuk kedepannya aku minta maaf karena tidak pernah bisa memberikan jawaban akan dibawa kemana hubungan kita. Seperti yang kamu tau, aku masih ingin mengabdikan diriku untuk anak dan keluargaku. Seperti apa yang telah kita bicarakan, pasti akan ada jalan untuk setiap tujuan baik. Terima kasih telah menemaniku, terima kasih telah menerima ku apa adanya, terima kasih untuk tetap bertahan di tengah gencarnya pembicaraan tentang status kita yang berbeda, terima kasih untuk tetap berdiri membelaku dari mereka yang menghinaku, terima kasih telah mengerti dan menerima status ku. Terima kasih untuk tetap merangkulku disaat tersulit dalam hidupku. Terima kasih sekali lagi

2

energizing BANDUNG

It is a late post (as ussual lahh..) mungkin blog ini harusnya dinamain LATE POST VITA
hahahahaha. Ultah q tgl 17 Juni kemaren , kado dari diri q untuk diri q sendiri jalan2 ke Bandung. Berangkatnya tgl 13 juni (malam pake Air Asia) pulangnya minggu sore (pake Lion Air) dapet tiket 1,200,000 PP (mahal kek murah kek…sebodo ah…#pasrah.com)

C360_2014-06-13-20-26-12-986
—@ bandara Ngurah Rai pesawat delay 2 jam lebih—

Aq pegi bedua temen q GITA, qta sebelumnya udah booking CHEZ BON Hostel . Qta tau tempat ini dari blog temen q namanya Mbak Ulu, blog nya itu Bandung Diary . Aq kalo pergi kemana2 n nyari hotelnya via agoda, aq pasti minta tolong mbak Ulu ini untuk bookingin. Karena aq ga punya kartu kredit hehe, jadi uangnya ditransfer dulu ke Mbak Ulu nanti qta diemail deh voucher hotelnya, jgn takut Mbak Ulu ni orang baik 🙂

C360_2014-06-14-09-50-14-067

Enak deh di Chez bon ini, tempat nya bersih, rapi…and qta disini bener2 mandiri karena masak2 sendiri..mandi2 sendiri (hahahaha)..

C360_2014-06-14-02-08-03-629 — Begitu mendarat di Bandung, dari Bandara naik taksi ke Braga dengan tarif 50,000 trus mandi abis itu langsung jalan2 menyusuri jalan Braga, jalan Merdeka, jalan asia afrika… pokoknya muter2 ga jelas —-

Naaahhhh selama qta di Bandung qta rent car mobil 1 hari itu 500 ribu langsung supir n bbm, nama supirnya Pak Edwin, kalo mau nanti bisa minta kontak beliau ama aq. qta selama dibandung maennya ke Ciwidey, Lembang (Teropong Boscha), dan Trans Studio

C360_2014-06-14-12-35-38-407    —–rent car mobil sama Pak Edwin enak,,,nyaman n aman :)——

C360_2014-06-14-08-43-18-540C360_2014-06-14-08-48-41-424C360_2014-06-14-09-34-40-478

— Berhubung qta nginepnya di Braga, ga lupa mengabadikan suasana jalanan nya yang vintage abis —

C360_2014-06-14-09-22-30-812

—Qta sok2 an jalan kaki dar braga ke Dago, yang ada kaki kleper2, setelah capek polll naik angkot, tanya2 sopir angkotnya bilang, lhaa Dago mah udah lewat atuh neng,,,GEDBRAGGHHHH—

C360_2014-06-14-13-19-24-493C360_2014-06-14-13-51-12-436C360_2014-06-14-13-38-18-994

— Dari Braga ke Ciwidey lumayan jauh…tapi pemandangannya keren. tiketnya kalo ga salah 25,000 1 orang, udah termasuk naik ontang-anting, mobilnya parkir dibawah karena kalo langsung ke atas bayar parkirnya mahal (kata Pak Edwin, qta mah nurut aja atuh Pak :D)

C360_2014-06-14-13-37-56-761C360_2014-06-14-13-47-36-026C360_2014-06-14-14-01-44-048

— Kawah Putih Ciwidey itu AMAZING —

Habis dari ciwidey qta ke Lembang, kata Pak Edwin sih qta salah rute karena letaknya yang berlawanan. Tapi berhubung si Gita emang ngebet banget liat teropong Boscha, kami pun tidak menghiraukan usulan Pak Edwin untuk ke Tangkuban Perahu. Kami tetep ke Lembang, meskipun nambah uang bensin 30ribu lagi kami tetep ke Lembang (dasar bandel emang)

C360_2014-06-14-19-19-12-027 — Sayang banget kami nyampe sore, jadi teropongnya udah tutup, ditambah hujan —

C360_2014-06-14-19-15-06-355C360_2014-06-14-19-14-46-134C360_2014-06-14-19-17-04-715

— Bukan Vita nmanya kalo ga sempet2in narsis walau hujan gerimis mengundang —

C360_2014-06-14-19-19-39-849C360_2014-06-14-19-29-50-824C360_2014-06-14-19-27-23-707

— Thanks Lembang …. 🙂 Lovely —

Minggu kita ke Trans Studio sekalian pulang ke Denpasar ..asiiikkkkk bgtttzzzz

C360_2014-06-15-13-36-46-683C360_2014-06-15-13-58-47-703C360_2014-06-15-13-34-53-134

Di Trans studio qta cuma bentar, dari jam 11 sampai jam 2. maenan yang qta coba ada VERTIGO, trus DRAGON SWING (ngasalll!!! lupa namanya apa), Trus yang ada air2nya apaaa ya lupa 😀 , DUnia Lain..aq nutup muka terus,,,aq takut LOL..trus naik wahana SI BOLANG ) trus belajar dubbing di Studio Trans TV. Untuk makanan disana yaahh namanya juga tempat rekreasi harga nya terbilang fantstis tapi demi hati senang 🙂

Liburan 3 hari 2 malam di Bandung emang sangatlah kurang, tapi berhubung hari libur yang terbatas…ya sudahlah 🙂 yang jels seneng banget bisa mengunjungi tempat2 yang bahkan ga pernah bisa aq bayangkan akan menjejakkan kaki disana..Thanks GOD 🙂

Biaya untuk liburan ke Bandung :

– Tiket PP (Air Asia & Lion Air) 1,200,000

– Taksi dari bandara Hussein ke Chez Bon hostel di Jl Braga 50,000

– Menginap di chez bon hostel 120,000 per orang per malam

– Rent car 500,000 (sopir, bbm ) tapi nambah 30,000 lagi karena ke Lembang

– Masuk ke Kawah Putih 25,000

– Sewa angkot 2,000 – 3,000

– Taksi dari Braga ke Trans Studio 40,000 (tanpa argo)

– Tiket masuk Trans Studio 250,000 per orang (karena weekend)

– Taksi dari Trans Studio ke Bandara Hussein 50,000 (pake argo)

– Biaya makan selama di Bandung (rata2 harga makanan 10,000 – 20,000 belum minuman

Tips :

– Lebih baik kemana2 naik angkot, lebih murah, cuma kadang susah dapet angkotnya 🙂

– Usahakan nego harga dulu sama supir Taksi jgn pake argo karena Bandung macet di akhir minggu, takutnya kejebak macet bikin argo naik gila2an

– Kalau ke Ciwidey bawa masker sendiri

– Kalau mau ke Lembang usahakan pagi hari dan konfirmasi dulu apakah teropong bisa dibuka atau tidak (kalaupun ga, jalan2 diluar masih oke) suasananya mirip bedugul kalo di Bali 😀

– Belanja2 bisa dimana aja, harga di Bandung enyak2 kok hehe

– Tapi hati2 kalo belanja ke Pasar Baru, rawan copet

Sekian dan tunggu postingan jalan2 q yang lain…(yang pastinya latepost..HAHAHAHA)